Wednesday, February 12, 2014

Kasiat-11-KETAK ATAU TELENGIS UNTUK SCRUB TRADISIONAL

“KETAK ATAU TELENGIS UNTUK SCRUB TRADISIONAL”


bangle sebagai tanaman obat tradisional

Setelah beberapa kali memposting herbal yang digunakan untuk pengobatan atau pencegaran beberapa penyakit secara herbal, maka tak ada salahmya kalau diperkenalkan sebuah racikan scrub tradisional Bali, yang biasa digunakan untuk melepasakan daki, atau sel-sel yang sudah mati di permukaan kulit serta membuat kulit menjadi kuning menarik kaya kulit Ken Dedes.

Tuesday, January 28, 2014

Kasiat 10.DAUN SALAM


 http://latifah.msani.net/wp-content/uploads/2010/04/daun-salam-dan-sereh1.jpg

DAUN SALAM



Testimoni.
  1. Di daerah kami daun salam disebut daun jangalulam, karena digunakan untuk campuran masakan, tepatnya penyedap masakan, sehingga menjadi lebih gurih, tidak lengket dan lebih mantap.Biasanya dimasukkan atau dicemplungkan begitu saja dalam gulai, digunakan alas dalam membungkus botok atau tum, sehingga seakan hanya diambil aromanya saja.
  2.  Saking ketatnya Husada Bali, banyak hal yang dirahasiakan kasiatnya dari zaman dulu, dan orang yang dianggap boleh mengembangkan Husada-pengobatan bali- adalah orang orang yang sudah dewasa, dan sudah disucikan menurut agama.
  3. Dalam perkembangannya ilmu kasiat herbal sangat cepat berkembang dan sangat terbuka informasinya, sehingga kasiah berbagai herbal sangat mudah diketahui atau disebarkan dalam ruang publik. Menumbangkan mitos bahwa masalah pengobatan hanya milik orang dewasa yang sduah disucikan.
  4. Demikian juga dalam pemakaian daun salam, yang sudah banyak diketahui kasiatnya, diantaranya untuk menagkal asam urat, atau mengobati penyakit asam urat dalam tahapan awal, menjadikan daun salam tidak hanya dipakai untuk penyedap, tetapi sudah dicampurkan ke daging maupun ditumbuk bersama bumbu. Dalam membuat botok daging -ayam, sapi,kuwir, bebek babi atau lainnya- sekarang di Bali daun salam sudah dicincang halus diaduk sersama dagingnya, bukan hanya sebagai selimut saja. Rasanya memang lebih mantap, lebih gurih dan dagingnyapun menjadi lebih legit. Demikian juga untuk campuran sayur ditumbuk bersama bumbu yang lainnya.\
  5. Kenapa dibuat demikian saat kami tanyakan pada juru masaknya, mereka menjawab agar daging yang dimakan tidak menyebabkan penyakit, seperti asam urat, tekanan darah tinggi kata mereka secara sederhana.
Secara logika penulis anggap apa yang diucapkan para juru masak itu benar, bahwa daun salam memang berguna untuk meredakan atau mencegah asam urat, dan mengendalikan tekanan darah. Melihat hal itu untuk penurun kolesterol kelihatannya salam juga bagus.

Thursday, January 23, 2014

Kasiat-9 BELIMBING WULUH



“BELIMBING WULUH”

Testimoni:
1.       Saudara-saudaraku pulang ke kampung, karena ada sebagian paman kami merantau maupun ada yang transmigrasi. Setelah mereka mampu pulang kembali menengok keluarga, diantaran anak-anaknya sudah berkeluarga dan mempunyai anak. Karena perjalanan jauh dan transportasi sulit sehingga berhari-hari di jalan anak-anak terkena sariawan. 
     

Wednesday, January 8, 2014

Kasiat-8 TIBAH



TIBAH ITU MENGKUDU
Testimoni

1.      Saat masih di kampong, ciehh sekarang sudah dikota. Kami memperhatikan para peternak angsa, bahwa mereka akan memberikan makan angsa, atau soweang –mungkin dari sweean- yang baru lahir, dengan nasi di campur irisan daun mengkudu muda lalu dicincang. Mereka ketika ditanya hanya mengatakan alasannya agar anak-anak angsanya tahan terhadap serangan penyakit yang sering menyerang DOS –Day of Swan- pada aweal-aweal kehidupannya, sddeperti pilek, cacingan atau berak lengket di duburnya yang disenangi lalat untuk bertelor, sehingga anak angsda mudah mati. Daun mengkudu diyakini mereka akan membantu meningkatkan daya tahan anak angsa.

Saturday, December 28, 2013

KASIAT-7 PEGAGAN



PEGAGAN DAUN ‘PIDUH’
TESTIMONI

Bila musim kemarau tiba, karena bejerja terlalu capek dibawah terik matahari dan dinginnya udara, menjadikan kita mudah sakit, seperti suara serak, tenggorokan sakit, kulit bersisik, tumit pecah pecah. Dalam keadaan begini orang tua kami, nenek ataupun ibu, sering membuatkan kami ‘loloh’ atau jamu hijau daun piduh, yang dalam bahasa Indonesianya dikenal dengan pegagan.

 Terlebih bila habis membakar genteng dalam gerombong, yang kerjanya hampir 18 jam, di panasasn matahari saat menjemur genteng, maupun di gerombong saat membakar genteng. Tidak jarang saat tidur malam, kami sering kena kram otot, atau annyang anyangan. Untuk menetralisir orang tua kamis erring membuatkan loloh yang sama. Yang dibuat dengan menumbuk daun piduh, terus dicampur asam jawa sedikit, garam sedikit, kami meminumnya sekeluarga. Ternyata kram dan anyang anyangan menjadi tidak terjadi.

Bila kita perhatikan sebenarnya kedua gejala penyakit keram dan anyang anyangan itu gejala kekurangan air, sehingga otot, dan otot ginjal bekerja ektra akibat banyaknya cairan keluar saat berjemur, maupun membaar genteng. Jadi pegagan atau daun piduh segera meredakan gejala itu.

Dalam media massa banyak kita ikuti kasiat dari pegagan ini, berupa tanaman anti pikun, sehingga sangat baik diminum untuk menunda kepikunan yang dialami sejalan dengan usia, atau sejalan meningkatnya suatu zat dalam tubuh kita diantaranya adalah Tri Gliserida. Daun piduh juga sering dimasak untuk sayur godongan diurap bersama dedaunan lainnya. Tapi banyak masyarakat di daerah tertentu menjadikannya lalapan.

Diwartakan juga bahwa tanaman ini baik dikonsumsi anak yang menderita autis, yang jelas kelihatannya untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan syaraf otak. Karena sejalan juga dengan kepikunan yang disebutkan diatas/


 PEGAGAN

Daun Pegagan - Sumber Google
Tanaman yang tumbuh liar ditempat tempat yang agak lembab, banyak juga dibudi dayakan di pot setelah banyak dipublikasikan media massa. Tanaman ini sangat mudah berkembang, sehingga mudah dibudidayakan. Pegagan merupakan tumbuhan merambat dengan bentuk daun seperti tapal kuda, dengan tangkai panjang.

Pegagan - Sumber Google

Pegagan mempunyai nama Centella asiatica, (Linn), Urb. (= Hydrocotyle asiatica, Linn. = Pasequinus, Rumph. (sinonim)).
Diberbagai tempat juga mempunyai nama berbeda : daun piduh (Bali), pegaga ( Makssar), tungke (Bugis) Antaran (Sunda), gagan, kerok batok, pegagan (Jawa), Kos –Tekosan (Madura), Kori-kori (Maluku Utara).
Manfaat Lain Pegagan Yang Banyak di publikasikan :
1.      Terkait kencing, anyang-anyangan, kencing keruh, kencing sedikit-sedikit;
2.      Batuk , berbagai jenis batuk terutama batuk kering;
3.      Sebagai obat luar wasir
4.      Tekanan Darah tinggi;
5.      Terkait dengan syaraf otak, pikun, autis, sakit kepala.

CARA PENGGUNAANNYA
1.      Sebagai jamu hijau atau ‘loloh’ –bahasa Bali-, segenggam dibejek dalam air sekitar gelas, sampai hancur daunnya, dapat disertakan batangnya. Setelah hancur merata, airnya sudah hijau, disaring , diberikan garam sedikit dan asam, lalu diminum. Labih baik diminum pagipagi sebelum makan, minum 2 kali sehari @ segelas bintang.
2.      Sebagai obat luar, dibejek atau ditumbuk, setelah halus, tempelkan atau tambalkan pada bagian yang diobati, seperti wasir ditempelkan saja di wasirnya.

Pondok Betung, akhir Tahun 2013
Dihimpun dari berbagai sumber bacaan dan terutama Lontar Usada Bali.

Sunday, December 22, 2013

Kasiat 6 Daun Sengkaruk



“DAUN SENGKARUK (SIRIH HITAM)”

Sirih Hitam (Sengkaruk) - Sumber www.google.com
Testimoni :
Hampir tengah malam pasangan muda tersebut, ketakutan dayang ke rumah kakek. Oleh kakek mereka disuruh tenang, dan menceriterakan apa yang terjadi. Mereka menceriterakan bahwa bayi mereka nagis melulu, dan tidak mau menyusu ibunya, serta nafasnya sengal-sengal. Ternyata si bayi hidungnya mampet karena pilek, dengan ingusnya belum keluar. Tentu saja si bayi menangis karena pusing, karena hidung mampet ia tak bisa bernafas saat nyusu ibunya. Kelaparan dan pusing menyebabkan dia menangis. Kelamaan menangis membuat dia sengal sengal. Begitu penjelasan kakek.

Saturday, December 7, 2013

KASIAT 5 SEMANGGI GUNUNG



“SEMANGGI GUNUNG”

Semanggi Gunung sumber google.com
Semanggi Gunungsumber google.com


Testimoni
1.       Tanaman semanggi gunung merupakan jawaban yang sering dilontarkan orang-orang tua dikampung kami untuk mengobati panas dalam, seperti jampi –sariawan mulut atau usus-, maupun suara serak, kerongkongan sakit. Untuk pengobatan ini tidak dibedakan semua jenis semanggi gunung dapat digunakan, baik dengan batang merah maupun yang batang putih.

Mukadimah

Perkenalan Awal.

Para blogger yang terhormat!

Selamat berjumpa di blog herbal bali ini, yang semata-mata dibuat untuk membantu umat dalam mengetahui kearifan lokal dalam Usada Bali, yang aslinya terdokumentasikan dalam lontar usada.

Blog ini mencoba menginventarisir dan berbagi dengan para pembaca tentang khasiat herbal, maupun fauna yang secara turun temurun diakui khasiatnya dalam mengobati sakit. Seperti bagaimana pucuk daun kelor berkhasiat untuk mengobati tumbuh darah dimata; bawang putih digunakan untuk mengobati bintilan; daun mengkudu atau tibah dalam meningkatkan daya tahan; daun dusa untuk mengempeskan biri-biri; daun piduh -pegagan- digunakan untuk meredakan batuk, sakit perut.

Demikian pula bagaimana khasiat: ceplokan atau ciplukan atau kopok2an dalam mengobati perdarahan dalam; taplak liman dalam menyembuhkan perdarahan di usus; kesisat -krokot- dalam mencegah adanya kanker dalam saluran cerna; daun katuk atau kayu manis dalam menyembukan batuk seratus hari, dan sangat banyak lainnya sehingg merupakan bacaan ringan yang akan memperkaya pengetahuan usada atau farmakologi- para blogger sekalian.

Selamat berjumpa.

Hormat Kami.
Admin